Membuat Aplikasi dengan Flutter

Membuat Aplikasi dengan Flutter

Dalam artikel sebelumnya, telah dijelaskan cara melakukan setup Flutter dan Android Development pada perangkat Anda. Artikel ini akan membahas langkah-langkah membuat aplikasi menggunakan Flutter.

  1. Buka tautan berikut: Flutter Codelab.
  2. Klik "Start Codelab".
    Gambar 1
  3. Ikuti panduan yang tersedia.
    Gambar 2
  4. Buka aplikasi Visual Studio Code.
  5. Klik "View", pilih "Command Palette", ketik "Flutter", lalu pilih "Flutter: New Project".
    Gambar 3
  6. Pilih template "Flutter Application".
    Gambar 4
  7. Anda akan diarahkan ke file explorer untuk menambahkan folder baru sebagai lokasi penyimpanan proyek.
    Gambar 5
    Gambar 6
  8. Setelah menambahkan folder, berikan nama untuk proyek Anda di Visual Studio Code.
    Gambar 7
  9. Jika muncul pesan seperti gambar di bawah ini, klik "Yes, I trust the authors".
    Gambar 8
  10. Klik "No Device" di bagian kanan bawah aplikasi.
    Gambar 9
  11. Pilih emulator yang tersedia.
    Gambar 10
  12. Setelah memilih emulator, tampilan berikut akan muncul.
    Gambar 11
  13. Untuk melakukan debugging, klik tombol "Run" di bagian kanan atas.
    Gambar 12
    Gambar 13
  14. Jika tampilan sudah seperti di bawah ini, Anda dapat melakukan perubahan pada kode agar tampilan pada emulator juga berubah.
    Screenshot 2024-08-25 142032.png
  15. Sebelum melanjutkan ke tahap perubahan kode, Anda harus mengetahui sekilas informasi terkait file yang ada.
  16. Untuk melihat semua file, klik tombol explorer pada bagian kiri.
    WhatsApp Image 2024-08-25 at 14.30.07_610ed3fd.jpg
  17. Folder Android berisi kode yang mendukung aplikasi saat berjalan di Android.
    Screenshot 2024-08-25 144809.png
  18. Folder Build berisi kode untuk menghasilkan file yang diperlukan Flutter saat menjalankan aplikasi.
    Screenshot 2024-08-25 144818.png
  19. Folder ios berisi kode yang mendukung aplikasi saat berjalan di iOS.
    Screenshot 2024-08-25 144827.png
  20. Folder lib berisi file main.dart yang merupakan file utama untuk menjalankan aplikasi.
    Screenshot 2024-08-25 144842.png
  21. Folder linux berisi kode yang mendukung aplikasi saat berjalan di Linux.
    linux.png
  22. Folder macOS berisi kode yang mendukung aplikasi saat berjalan di macOS.
    macos.png
  23. Folder test digunakan untuk melakukan pengujian pada file-file lain. File pengujian akan ditambahkan ke folder ini jika diperlukan.
    test.png
  24. Folder web berisi kode yang mendukung aplikasi saat berjalan di web.
    web.png
  25. Folder windows berisi kode yang mendukung aplikasi saat berjalan di Windows.
    windows.png
  26. File .gitignore berguna untuk menentukan file atau folder yang tidak perlu dibawa ke dalam git.
    gitignore.png
  27. File metadata berguna untuk melihat riwayat versi aplikasi.
    metadata.png
  28. File analysis_options.yaml berguna untuk menyesuaikan bahasa pemrograman dan memberikan informasi terkait kesalahan pada kode.
    Screenshot 2024-08-25 153012.png
  29. File pubspec.lock berguna untuk mengunci versi package.
    Screenshot 2024-08-25 153019.png
  30. File pubspec.yaml berguna untuk mengontrol semua aspek dependencies dan aset yang dibutuhkan oleh aplikasi Flutter Anda, termasuk saat Anda akan mengubah versi aplikasi.
    Screenshot 2024-08-25 153026.png
  31. Setelah mengetahui informasi singkat terkait file yang ada pada pembuatan aplikasi, langkah selanjutnya adalah melakukan perubahan pada beberapa kode untuk mengubah tampilan pada emulator.
  32. Buka baris 109 pada file main.dart.
    Screenshot 2024-08-25 152240.png
  33. Ubah kalimat "You have pushed the button this many times" menjadi "Hello SBD" dan simpan perubahan. Tampilan pada emulator akan otomatis berubah seperti di bawah ini.
    Screenshot 2024-08-25 152417.png
  34. Jika Anda berhasil mengubah tampilan emulator dengan mengubah kode pada Visual Studio Code, Anda telah berhasil menyelesaikan tahap awal pembuatan aplikasi menggunakan Flutter.

Read more